PKB: Anggota Fraksi Kami Cabut Dukungan Angket KPK Sebelum Bamus

PKB: Anggota Fraksi Kami Cabut Dukungan Angket KPK Sebelum Bamus

PKB: Anggota Fraksi Kami Cabut Dukungan Angket KPK Sebelum Bamus

PKB: Anggota Fraksi Kami Cabut Dukungan Angket KPK Sebelum Bamus-Ketum PKB Muhaimin Iskandar menyebut anggota fraksinya yang sempat ikut meneken usulan hak angket KPK sudah mencabut dukungan sebelum rapat paripurna pembahasan dilakukan. Wasekjen PKB Daniel Johan menyatakan pencabutan dukungan juga sudah dikomunikasikan dengan pengusul lain dan pimpinan DPR.

“Sudah dong, sebelum rapat bamus (badan musyarawarah) dia sudah cabut dukungan,” ungkap Daniel saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (29/4/2017) malam.

Dari daftar inisiator usulan hak angket, satu anggota Fraksi PKB, Rohani Vanath, diketahui menjadi salah satu yang ikut meneken. Menurut Daniel, itu dilakukan koleganya sebelum sikap fraksi resmi dikeluarkan.

“Dia tandatangan pas masih di Komisi 3 sebelum fraksi ambil keputusan, tapi saat bamus, fraksi sudah ambil keputusan menolak angket sehingga dukungan dicabut,” jelasnya.

Rapat bamus sendiri diadakan sehari sebelum rapat paripurna pembahasan angket KPK dilakukan, Kamis (27/4). Di rapat paripurna keesokannya, Jumat (28/4), PKB juga menyampaikan sikap penolakannya.

Namun usai Bamus, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan hanya Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS saja yang menolak usulan hak angket. Itu berarti, Fraksi PKB masih dianggap ikut menyetujui usulan.

“Bamus hanya bahas mekanisme angket untuk paripurna. Intinya PKB menolak, heran juga kalau Pak Fahri bilang PKB menerima. Pencabutan sebelum bamus, sudah mencabut pas bamus,” tutur Daniel.

INGIN BERMAIN DI SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA UANG ASLI INDONESIA ??
SEGERALAH BERGABUNG DAN DAFTARKAN DIRI ANDA LALU MAIN DAN MENANGKAN JUTAAN RUPIAH SETIAP HARINYA HANYA DI BOSDOMINO.NET

Usulan hak angket sendiri hanya diajukan di Komisi III. Daniel menyebut, tak pernah mendapat penawaran adanya usulan hak angket KPK yang digulirkan karena KPK menolak permintaan Komisi III untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani terkait kasus korupsi e-KTP.

“Komisi IV sama sekali nggak diajak untuk hak angket ini. Kalau angket kan seharusnya ditawarkan secara terbuka,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Usulan hak angket KPK ini sudah disetujui oleh DPR setelah Fahri Hamzah sebagai pimpinan sidang paripurna memutuskan mengetok palu secara sepihak. Padahal saat itu, masih ada banyak interupsi penolakan. Selain itu belum semua fraksi diberikan kesempatan menyampaikan pandangannya.

Fraksi PKS dan Fraksi PAN pun protes karena mereka sebenarnya ingin menyampaikan penolakan namun Fahri sudah terlanjur mengetok palu tanda usulan hak angket diterima. Sikap Fahri membuat seluruh anggota Fraksi Gerindra walk out dari ruang sidang.

Soal inisiator hak angket KPK pun tak ada yang mau memberikan datanya. Hampir semua pimpinan DPR dan pimpinan Komisi III mengaku tidak mengetahui. Sementara Fahri selalu mengklaim jumlah pengusul telah memenuhi syarat. Daftar inisiator hak angket akhirnya beredar di kalangan wartawan dan diketahui ada 26 anggota yang membubuhkan tandatangan.

Namun data itu merupakan daftar inisiator sesaat setelah rapat Komisi III dan KPK menggelar rapat alot. Dalam perjalanannya, ada anggota yang mengundurkan diri dan mencabut dukungan setelah mendapat perintah dari fraksi.

“Dari komisi III DPR adalah lanjutan permohonan angket yang ditandatangani 25 pengusul dari 8 fraksi, besok dipersilakan pengusul untuk dibacakan,” ujar Fahri Hamzah usai rapat bamus sebelum sidang paripurna, Kamis (27/4).

PKB: Anggota Fraksi Kami Cabut Dukungan Angket KPK Sebelum Bamus-Ketum PKB Muhaimin Iskandar menyebut anggota fraksinya yang sempat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*